Home / Poker Online / Gabut? Kenapa tidak Mencoba Membaca Sejarah Permainan Kartu Saja!

Gabut? Kenapa tidak Mencoba Membaca Sejarah Permainan Kartu Saja!

Akhir-akhir ini pasti sangat membosankan karena selalu melakukan rutinitas yang sama setiap saat. Terjebak dalam masa pandemi selama berbulan-bulan dengan anjuran untuk mengisolasi sendiri serta keluarga demi terhindar dari wabah.

Sayangnya semua itu cukup manjur, tetapi bagaimana dengan rasa bosan yang terus menumpuk? Tidak bisa pergi keluar dengan bebas dan berekreasi dengan teman-teman?

Selalu menonton TV dan bermain game pastinya bisa mengurangi rasaja jenuh tersebut. Namun, apa jadinya jika semua itu adalah pengulangan yang sama terus menerus tanpa ada variasi lainnya?

Menonton sinetron, acara TV kesayangan, bioskop rumah atau bermain game yang sama? Mungkin saja itu dapat berhasil untuk menurunkan kejenuhan yang terus menumpuk? Tapi apakah kegiatan itu hanya akan berputar di situ saja?

Tentunya tidak, kan? Itu karena setiap orang pasti menginginkan hal yang lain. Salah satunya adalah membaca, entah itu buku pelajaran, buku cerita anak-anak, buku novel, atau buku autobiografi.

Ya, seperti kata pepatah “Membaca adalah Jendela Pengetahuan”. Untuk mendapatkan berbagai jenis pengetahuan pasti memerlukan waktu yang lama. Namun, dengan membaca buku, semua itu akan tercapai lebih cepat, dan tepat.

Berbagai isi yang terdapat dalam buku memiliki banyak segudang manfaat dan ilmu. Kita ambil saja contohnya adalah buku autobiografi, konten yang terdapat dalam buku jenis adalah sejarah tokoh-tokoh ternama.

Membaca Buku

Dengan membaca buku jenis ini kita dapat mengetahui seluk-beluk sejarah hidup seseorang. Dari mulai ia lahir, tempat ia menempuh pendidikan, lulusan mana, penghargaan, penemuan, pencapaian yang telah ia raih, hingga kematiannya.

Tidak cukup dengan sejarah orang ternama? Ayo kita pindah sejenak dan melihat buku novel fiksi. Dalam buku ini kita bisa mengetahui bahkan melihat dunia jenis apa yang sang author perlihatkan kepada kita.

Apakah itu dunia romansa? tragedi? horor? atau mimpi yang tidak pernah kita capai, yaitu menjadi seorang pangeran yang mengalahkan naga? Bagaimana dengan pedang dan sihir? Jangan lupakan juga cerita misteri ala Sherlock Holmes yang melegenda.

Ya. Semua itu akan kita temui hanya dengan membaca buku saja, tidak lebih dan tidak kurang.

Apalagi jika kalian menikmati permainan kartu, apa kalian tidak asing dengan istilah “Bridge”? Itu adalah jenis kartu yang memiliki jumlah kartu sebanyak 52 kartu. Memiliki beragam permainan yang mengasyikan di dalamnya.

Jadi mengapa kita tidak intip bagaimana sejarah salah satu jenis permainannya? Mari kita menuju TKP dan melihat sejarah singkat permainan Poker.

Asal Mula Permainan Kartu

Menurut sumber informasi yang dikutip dari Wikipedia. Permainan Kartu mulai diperkenalkan oleh seorang biarawan yang bernama John of Rheinfelden dari Negara Swiss. Beliau mulai memainkan kartu pertama kali pada tahun 1377 dengan setumpuk kartu yang memiliki jumlah 52 kartu.

Pada tahun itu juga dicatat dalam sejarah sebagai saat pertama kalinya permainan kartu dimainkan dengan jumlah 52 karti dalam satu dek.

Versi Awal Permainan Poker

Berdasarkan salah satu ulasan yang terdapat pada halaman medium. Kita mengetahui bahwa versi awal dari permainan ini di kenal sebebagai The Lying Game. Hal ini telah dideskripsikan melalui sebuah tulisan yang Joseph publikasikan pada tahun 1829.

Dalam tulisan itu, ia menceritakan bahwa para pemukin di Inggris yang pindah ke Amerika membawa sebuah permainan kartu yang hingga kini sangat populer di Amerika. Bahkan para suku Indian yang merupakan penduduk asli ikut juga memainkannya.

Alhasil hal tersebut berdampak pada kepopulerannya dikarenkan informasi yang menyebar sangat cepat. Sekitar tahun 1850-an adalah tahun di mana lahirnya orang-orang yang disebut sebagai Penjudi Riverboat. Nama ini adalah sebuah julukkan atau sebutan bagi orang yang bermain Judi secara profesional di Mississippi.

Lahirnya orang-orang ini juga konon sebagai asal mula berkembangnya permainan Poker dengan beragam versi, mulai dari Three Card Monte hingga Stud Poker.

Sejarah Singkat Poker Online

Selama bertahun-tahun poker selalu menemani orang-orang bersantai di bar atau kasino, tetapi semua itu berubah sejak tahun 2000-an. Tahun ketika internet dan seorang akuntan dari Tennessee mengangkat Poker menjadi hidangan utama.

Sebelum tahun itu, sebagian besar permainan poker yang dimainkan di internet selalu dilaksanakan dalam ruang obrolan.

Kemudian hal tersebut mulai berubah ketika teknologi menjadi maju dan situs poker online yang aman diluncurkan. Situs ini juga mampu menyimpan uang para pemain.

Orang-orang ini mulai memandang situs poker online lebih serius pada tahun sekitar 2003. Di mana pada tahun ini juga seorang pemain bernama Chris Moneymaker muncul. Ia memenuhi syarat untuk menjadi World Series of Poker Main Event melalui turnamen online USD 40.

Ia akhirnya mendapatkan USD 2,5 juta sebagai hadiah karena telah memenangi turnamen serta hanya seorang diri dapat merevolusionerkan permainan.

Tidak lama kemudian, permainan poker mulai ditayangkan di ESPN. Karena penayangan itu ratusan ribu pemain berbondong-bondong mulai menggemari permainan Poker Online tersebut.

COMMENTS

Frans Surya
11 December 2020
Wah gue merasa terharu banget. Ternyata sejarah permainan kartu sungguh sangat menarik. John of Rheinfelden berarti juga pencetus ide permainanan judi online. Keren banget dah beliau ini. Mungkin dari sinilah juga dasar poin permainan kartu dibentuk. Kita perlu mencontoh ide kreatif dari seorang John of Rheinfelden. Para pemain tidak hanya bermain saja namun juga perlu berpikir kritis untuk menciptakan sebuah inovasi seperti John of Rheinfelden.
Ferlin Sian
18 December 2020
Waduh ternyata bisa sedalam dan sepanjang ini yah sejarah permainan kartu, coba aja judulnya gak gitu. Emang gue gabut jadi coba baca deh artikel ini. Orang-orang luar emang beda kalo mikir, mereka bosen main judi online yang cuma itu-itu aja jadi bikinlah judi yang lebih mengolah otak dan keberuntungan juga. Salut parah, sangat menghormati keberadaan mereka
Post your reply
We'll never share your email with anyone else.
Subscribe to our newsletter